Sumber Plasma Nutfah dan Habitat Burung Air
Pesisir Bekasi hidup sedikitnya 164 jenis burung. Selain burung terdapat juga satwaliar lainnya seperti jenis-jenis reptil antara lain terdapat biawak (Varanus salvator), jenis-jenis mamalia seperti Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Lutung (Trachypithecus auratus), Sero (Aonyx cinerea), Babi (Sus sp.), Kucing bakau (Felis viverrina) dan Linsang (Prionodon linsang).
Keberadaan lahan basah pesisir Bekasi perlu dilindungi untuk mempertahankan keberadaan spesies yang terancam punah dan dilindungi, seperti daerah hutan mangrove Muara Nawan - Sungai Kramat sampai ke rawa Tanjung Air serta Muara Sembilangan sampai ke rawa Nipah Utan Gedong.
Transit Burung Air Migran
Setiap tahun secara rutin berjuta-juta dan berbagai jenis burung air migran (pengelana antar negara dan benua menempuh perjalanan bolak-balik antara benua Asia dan Australia sepanjang ribuan kilometer. Selama perjalanan yang panjang burung pengembara tersebut singgah di berbagai tempat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Diantaranya adalah lahan basah di pesisir Bekasi sebagai tempat persinggahan yang digunakan untuk menambah asupan makanan untuk meneruskan perjalanan ke selatan (Australia dan sekitarnya) antara lain dari berbagai jenis Kedidi, Trinil, Gajahan dan Dara laut. Hal ini menjadikan kawasan lahan basah di pesisir Bekasi mempunyai kepentingan internasional dalam usaha perlindungannya (Konvensi RAMSAR).
Lahan basah merupakan mata rantai yang penting bagi jalur migrasi. Sepanjang jalur terbang ini, burung pantai singgah di daerah tertentu dimana mereka dapat beristirahat dan mengumpulkan cadangan lemak untuk melanjutkan penerbangan mereka. Karena ketergantungannya pada lahan basah, maka pemeliharaan kawasan persinggahan ini merupakan kunci utama bagi burung air agar bertahan hidup karena lahan basah yang mereka singgahi menyediakan sumberdaya makanan yang melimpah serta menyediakan tempat bagi burung air untuk beristirahat selama migrasi.
Pemijahan Ikan dan Udang
Lahan basah seperti hutan mangrove berperan penting dalam siklus hidup berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan moluska yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Hutan mangrove menyediakan perlindungan dan makanan berupa bahan-bahan organik yang masuk ke dalam rantai makanan. sehingga dapat menyediakan makanan untuk organisme yang hidup pada perairan sekitarnya dan lokasi asuhan yang baik bagi udang dan ikan. Kesinambungan fungsi tersebut dapat bermanfaat bagi kelangsungan berbagai jenis ikan dan udang yang bernilai ekonomi tinggi dan menjaga jumlah individu untuk terus dapat dimanfaatkan secara lestari oleh nelayan dari hasil perikanan alami.
Di Pesisir Bekasi tambak-tambak udang dan bandeng dikelola secara tradisional, tetapi sayangnya masih dikhawatirkan merusak ekosistem penting pendukung tambak seperti hutan mangrove. Hal tersebut disebabkan pembukaan kawasan hutan mangrove pelindung dengan cara pembabatan dan pembersihan kawasan hutan untuk pembuatan tambak.
Pengendap Lumpur, Penambat Racun dan Unsur Hara
Akar-akar mangrove mampu mengikat lumpur yang terbawa arus aliran air sehingga pengendapan secara berlebih ke dasar sungai dapat terkurangi. Beberapa jenis tumbuhan air mampu mereduksi senyawa-senyawa kimia berbahaya yang terbawa melalui aliran sungai yang disebabkan oleh limbah polutan hasil industri. Sehingga efek yang diakibatkan dari limbah dapat dikurangi.
Pelindung Terhadap Bencana Alam
Kawasan hutan bakau (mangrove) dan lahan basah lainnya merupakan pelindung dari serangan bencana abrasi, gelombang badai laut dan banjir yang sangat efektif. Hilangnya luasan hutan mangrove dan lahan basah menyebabkan potensi bencana tersebut makin besar dan dikhawatirkan akan dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi masyarakat dan pembangunan di kawasan tersebut, mengingat setiap dampak dari bencana menimbulkan kerugian materil dan imateril yang tidak sedikit dari hasil investasi yang cukup besar.
Tegakan pohon mangrove mampu melindungi pemukiman, bangunan dan pertanian yang berada di daerah belakang zonasi hutan mangrove dari angin kencang atau intrusi air laut. Mangrove juga terbukti memainkan peran penting dalam melindungi pesisir dari gempuran badai, akar-akar mangrove mengurangi kekuatan badai, ombak dan arus yang mencegah atau mengurangi abrasi air laut ke daratan.
Selain mencegah abrasi, mangrove berperan juga dalam menangkap sedimentasi lumpur dan nutrisi hara yang terbawa oleh aliran sungai yang menuju ke laut. Lumpur tersebut akan ditangkap oleh akar-akar mangrove, sehingga lumpur tidak terbawa langsung ke laut yang dapat menghambat pertumbuhan terumbu karang.
Mencegah Pengikisan (Abrasi) dan Rembesan (Intrusi) Air Laut
Akibat dari hilangnya hutan mangrove ini bisa dilihat dari kawasan Marunda sampai ke Pantai Sederhana. Hilangnya hutan pantai/mangrove di kawasan ini, menyebabkan abrasi air laut sudah mencapai 200 meter dari garis pantai awal. Saat ini hutan pantai/mangrove di beberapa lokasi masih menyisakan hamparan hijau sebagai sabuk pengaman ekosistem seperti di sekitar Muara Sembilangan dan Muara Tawar, Muara Nawan, Muara Kuntul dan Muara Bendera bahkan sepanjang sungai Kramat dan sungai Labuh saat ini masih menyisakan hamparan tipis formasi hutan mangrove.
Sediaan air tanah juga perlu dipertahankan. Sediaan air tanah merupakan sumber air tawar yang dapat dikonsumsi oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Keberadaan hutan mangrove dan lahan basah lainnya dapat mempertahankan keberadaan lapisan air tanah tawar yang dapat mencegah / mengurangi masuknya air laut ke daratan. Sampai saat ini intrusi air laut sudah mencapai jarak lebih dari 1 kilometer sehingga dalam radius jarak tersebut air berasa payau. Hal ini disebabkan karena menyusutnya kawasan lahan basah di pesisir Bekasi.
Sarana Transportasi
Masyarakat di pesisir Bekasi memanfaatkan aliran sungai sebagai salah satu jalur alternatif transportasi yang mudah, relatif dekat dan cepat untuk menuju daerah tertentu.
Nelayan Udang, Ikan dan Pertanian Tambak
Beberapa jenis ikan dan udang yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi memanfaatkan daerah hutan mangrove sebagai tempat pemijahan. Terjaganya lahan basah seperti hutan mangrove berarti menjaga jumlah ikan dan udang yang hidup di daerah tersebut yang berarti pula mempertahankan jumlah hasil tangkap bagi nelayan. Kesinambungan fungsi tersebut dapat bermanfaat bagi kelangsungan berbagai jenis ikan dan udang yang bernilai ekonomi tinggi dan menjaga jumlah individu untuk terus dapat dimanfaatkan secara lestari oleh nelayan dari hasil perikanan alami.
Tambak adalah salah satu jenis lahan basah buatan yang dimanfaatkan sebagai tempat budidaya berbagai jenis udang dan ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Tetapi perlu diperhatikan dari pengelolaan tambak adalah bagaimana tetap menjaga lahan basah alami seperti menjaga hutan-hutan mangrove sehingga produktifitas tambak tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami penurunan kualitas maupun kuantitas hasil yang akan dipanen oleh petani nanti.
Potensi Ekowisata yang Menarik
Kawasan lahan basah pesisir Bekasi memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dibandingkan dengan tipe ekosistem lainnya. Pemandangan yang indah juga suasana yang berbeda merupakan tempat yang nyaman untuk melakukan kegiatan rekreasi..
Dari hasil identifikasi, kawasan pesisir Bekasi memiliki potensi untuk ekowisata, dan konservasi. Keunikan ekosistem lahan basah, keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan menjadi salah satu daya tarik untuk kegiatan :
- pengamatan satwa langka,
- pengamatan burung (birdwatching),
- wisata "photohunting",
- memancing,
- untuk petualangan yang menantang dapat dilakukan kegiatan menjelajah kawasan dengan berjalan kaki ataupun berperahu melalui jalur-jalur yang melalui hutan mangrove dan rawa-rawa.
Kemasan paket wisata yang menarik mampu menarik wisatawan mancanegara dan domestik dari kalangan profesi (peneliti, fotografer, dll), pelajar dan mahasiswa, para pengamat burung dan hidupan liar, pencinta alam terutama dari daerah Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.
Keterlibatan Masyarakat Dan Strategi Pengembangan
Potensi ekowisata perlu didukung dengan tetap terjaganya kawasan lahan basah yang memiliki kekhasan dan keberagaman jenis yang cukup tinggi, penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan ekowisata seperti pembuatan jalur pengamatan dan fasilitas, promosi dan penguatan sumber daya manusia serta peran aktif masyarakat setempat. Keterlibatan Masyarakat setempat perlu dikembangkan melalui pelatihan ketrampilan pengelolaan kawasan dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan wisata berbasis masyarakat, kawasan lahan basah di pesisir Bekasi mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri untuk menikmati keindahan dan keunikan alam yang ada. Selain memberikan pemasukan bagi pemerintah daerah juga menambah pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Sarana Riset dan Edukasi
Kawasan Lahan basah adalah salah satu contoh bentang alam yang sangat unik dimana di dalamnya terdapat beranekaragam kehidupan. Kawasan lahan basah mampu memberikan contoh yang nyata bentuk dari berbagai interaksi tersebut dalam lingkup ilmu pengetahuan murni dari berbagai bidang ilmu antara lain biologi, geologi, fisika, kimia, ekonomi, budaya dan berbagai kajian ilmu lainnya.